Bangkalan 1820, serupa dengan kota-kota lain di Madura—seperti
Pamekasan, Sampang, dan Sumenep— kota Bangkalan berada di bawah kontrol
Belanda yang dipimpin oleh Gubernur Jenderal Van Der Capellen. Setiap
harinya, bala tentara Belanda hilir-mudik di jalan-jalan mengawasi
setiap aktivitas penduduk termasuk aktivitas
Contact Person
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Senin, 24 Agustus 2015
Senin, 17 Agustus 2015
KH Hasyim, Ulama yang Satukan Islam dan Kebangsaan
Kiai Hasyim Asy’ari merupakan ulama yang berhasil menggabungkan antara nilai keislaman dan kebangsaan. Inilah yang mampu melahirkan Indonesia seperti yang ada saat ini dengan NU sebagai salah satu penopang utamanya dalam menjaga Islam dan kebangsaan ini.
Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Sosok Pelayan Umat
Suasana langit pada pagi di hari kedua Lebaran, Sabtu (18/7) lalu, cukup cerah bahkan menjelang siang tergolong terik. Namun, keadaan tersebut tak membuat luntur semangat orang-orang untuk hadir ke Majelis Kanzus Sholawat yang terletak di Jalan Dr. Wahidin No. 70 Pekalongan.Mereka hadir untuk mengikuti pengajian dan acara halal bi halal yang diselenggarakan rutin setiap tahunnya.
Gus Miek, dari Khataman ke Tempat Perjudian
GUS MIEK adalah seorang yang sangat terkenal di kalangan guru sufi, seniman, birokart, preman, bandar judi, kiai-kiai NU, dan para aktivis. Dialah yang membangun tradisi pengajian Sema’an Al-Qur’an Jantiko Mantab dan pembacaan wirid dzikrul ghafilin bersama beberapa koleganya.
Hamim Tohari Djazuli adalah nama lengkapnya. Ia dilahirkan pada 17 Agustus 1940 di Kediri dari pasangan KH Jazuli Usman dan Nyai Radliyah. Nyai Radliyah ini memiliki jalur keturunan sampai kepada Nabi Muhammad, sebagai keturunan ke-32 dari Imam Hasan, anak dari Ali bin Abi Thalib dengan Siti Fathimah.
Minggu, 16 Agustus 2015
Kiai Haji Imron Hamzah
KH Rais Syuriyah PBNU Periode 1999-2004 berdasarkan Keputusan Muktamar Lirboyo. Selama dua periode memegang jabatan yang sama untuk tingkat wilayah di PWNU Jawa Timur, yaitu pada 1992-1997 dan 1997-2002.
Ketika itu Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim dipegang oleh KH A. Hasyim Muzadi yang kemudian menjadi Ketua Umum Tanfidziyah PBNU. Karena menjabat Rais Syuriyah, jabatan untuk periode kedua tidak tuntas diselesaikan. Pada 1989-1994 diamanatkan sebagai Sekjen PP Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).
Ketika itu Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim dipegang oleh KH A. Hasyim Muzadi yang kemudian menjadi Ketua Umum Tanfidziyah PBNU. Karena menjabat Rais Syuriyah, jabatan untuk periode kedua tidak tuntas diselesaikan. Pada 1989-1994 diamanatkan sebagai Sekjen PP Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).
KH Ma'ruf Amin, Rais Aam Baru PBNU
KH Ma’ruf Amin menjadi salah satu anggota ahlul halli wal aqdi (Ahwa) pada Muktamar Ke-33 NU yang kemudian ditetapkan menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Rais Aam merupakan pimpinan tertinggi organisasi Islam terbesar di Asia Tenggara ini.
Kiai Ma’ruf lahir di Tangerang, 11 Maret 1943. Cicit Syekh Nawawi Banten ini mengawali pendidikannya dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
Kiai Ma’ruf lahir di Tangerang, 11 Maret 1943. Cicit Syekh Nawawi Banten ini mengawali pendidikannya dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
Langganan:
Postingan (Atom)




