Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam pernah bercerita tentang
pertemuan seorang laki-laki dengan seekor anjing dalam sebuah tempat tak
jauh dari sumur. Kisah perjumpaan itu dimulai ketika tenggorokan lelaki
tersebut betul-betul telah kering.
Contact Person
Senin, 24 Agustus 2015
Tatkala Menganggap Diri Lebih Baik dan Benar
Ibrahim bin Adham suatu ketika sedang berjalan di tepi pantai. Tanpa
sengaja, matanya melirik sepasang manusia berduaan dengan begitu
mesranya. Terlintas di benak sufi ini bahwa sepasang kekasih itu sedang
dimabuk cinta. Bukan hanya mabuk cinta, ternyata mereka juga sedang
mabuk dalam arti yang sesungguhnya.
Hadapi MEA, PWNU Jatim: Pemerintah Harus Proteksi Masyarakat
Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur mengusulkan agar pemerintah bisa
memproteksi masyarakatnya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.
Menurut Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Allah, masyarakat Indonesia belum
siap menghadapai persaingan pasar bebas ini.
Santri Harus Siap Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
Perdagangan bebas antar negara Asean yakni Masyarakat Ekonomi Asean atau
MEA sudah di depan mata. Yang harus disiapkan adalah sumber daya
manusia yang terampil, cerdas dan kompetitif. Dan para santri harus
percaya diri menghadapi tantangan ini.
Besaran Nafkah untuk Anak-Istri
Agama menaruh kewajiban nafkah istri dan anak di bahu seorang suami
sebagai kepala keluarga. Meskipun pada praktiknya kadang yang menjadi
“kepala keluarga” lain orang dari mereka yang selama ini berkewajiban
memberi nafkah. Besaran nafkah itu sendiri berbeda-beda. Ada kelas
“eksekutif”, kelas “bisnis”, dan ada juga kelas “ekonomi”.
Mahaguru Pesantren: Syaichona Cholil Bangkalan
Bangkalan 1820, serupa dengan kota-kota lain di Madura—seperti
Pamekasan, Sampang, dan Sumenep— kota Bangkalan berada di bawah kontrol
Belanda yang dipimpin oleh Gubernur Jenderal Van Der Capellen. Setiap
harinya, bala tentara Belanda hilir-mudik di jalan-jalan mengawasi
setiap aktivitas penduduk termasuk aktivitas
Tiap Jumat, Mobil Aswaja Siap Sapa Sejumlah Masjid
PW Aswaja NU Center Jawa Timur memastikan bahwa setiap Jumat akan
mengunjungi sejumlah masjid untuk kian memasyarakatkan Ahlussunnah wal
Jamaah (Aswaja) kepada kaum muslimin. Hal ini sebagai bentuk tanggung
jawab demi menyelamatkan akidah umat dari rongrongan gerakan Islam yang
cenderung ekstrem.
Langganan:
Postingan (Atom)






